Motherboard Juga Perlu Mandi

Jika kamu kebetulan memiliki motherboard yang suka bermasalah, padahal berbagai periferalnya sudah diganti, mulai dari hard disk, prosesor, VGA, memori, sampai power supply, jangan langsung dibongkar dan dimasukkan ke dalam kardus. Coba bangkitkan dulu. Dibawa ke tempat reparasi komputerkah? Asal tahu saja, service motherboard umumnya jarang dilakukan karena selain memang tidak banyak, tidak ada jaminan barang kamu kembali normal. Lagipula, menggunakan sistem kanibal dengan motherboard sejenis bisa makan waktu lama. Pun kamu mesti keluar ongkos transport ke tempat reparasi tersebut plus biaya service meskipun barang tidak berhasil diperbaiki.


Tapi enggak usah frustasi memikirkan semua ini. Ada alternatif lain kok untuk mencoba menghidupkan kembali motherboard kamu. Ini ada hubungannya dengan mandi yang disebut di awal. Ya coba saja cuci motherboard kamu itu. 

Mencuci motherboard dengan air tidak haram hukumnya. Takut terjadi hubungan pendek? Jauhkan pikiran itu, toh harapan hidup si motherboard memang nyaris nol.



Setelah berhasil mengumpulkan keberanian untuk mencuci si motherboard, timbul pertanyaan baru. Bagaimana cara mencucinya? Coba simak langkah-langkah berikut ini :
  1. Copot baterai CMOS, chip CMOS, prosesor dan heat sink beserta kipasnya. Biarkan beberapa hari sampai tidak ada listrik sedikitpun di motherboard.
  2. Bersihkan motherboard tersebut dengan kuas terlebih dahulu. Ini untuk membuang kotoran yang terlihat. Ingat, jangan langsung dicelup ke dalam air. Usahakan kondisinya benar-benar bersih dulu.
  3. Guyur motherboard dengan air pelan-pelan, lalu masukkan ia ke dalam air yang telah kamu siapkan. Setelah itu, lakukan pembersihan dengan kuas motherboard. Gunakanlah kuas cat yang halus, jangan pakai sikat karena bisa merusak komponen. Bersihkan kotoran yang ada di celah-celah, dari slot VGA, PCI, dan tempat lainnya.
  4. Gunakan detergen atau cairan pembersih piring untuk membersihkan kotoran yang membandel di celah-celah motherboard dengan cara menaburkannya, lalu si motherboard diseka dengan kuas.
  5. Jika sudah terlihat bersih, bilas kembali dengan memasukkannya ke dalam air.
  6. Langkah selanjutnya adalah mengeringkan si motherboard yang sudah bersih dengan cara menggunakan blower. Jika kamu mempunyai pengering rambut, bisa pakai itu juga untuk mengusir air di celah-celah komponen.
  7. Jemur si motherboard di terik matahari sampai benar-benar kering. Usahakan, ketika menjemurnya, letakkan ia secara miring supaya air yang ada di dalam celah-celah komponen bisa ikutan keluar. Jemur selama 3 hari menggunakan alas seng atau aluminium supaya benar-benar menyengat. Setelah kering, jemur kembali tanpa alas apapun. Rasanya sih waktu minimal seminggu sepertinya sudah cukup untuk mengeringkan si motherboard–tergantung kondisi panas mataharinya. 
  8. Jika yakin sudah kering, pasang motherboard tersebut ke dalam casing.
Bagaimana hasilnya? Bagi kamu yang bertanya-tanya apakah mencuci motherboard ini adalah langkah yang rasional, sebenarnya secara ilmiah hal ini bisa dijelaskan. Ibaratnya kamu menaruh sebuah alat komponen elektronika ke dalam kondisi null state–null state adalah kondisi energy di mana listrik tersimpan yang ada dalam solid state (komponen) dinetralkan kembali.



Secara teoritis, sebuah komponen elektronika yang sudah lama dipakai akan mengalami kejenuhan atau sudah penuh dengan muatan elektronis. Nah, saat motherboard dicuci, komponen yang terpasang di sana akan dibanjiri oleh elektron yang bersifat negatif, sehingga komponen positifnya hilang atau terurai. Alhasil, komponen tersebut menjadi netral kembali seperti layaknya komponen baru.

Tapi harap diingat, jadikan solusi mencuci motherboard sebagai jalan terakhir–jadi pastikan si motherboard memang sudah benar-benar enggak bisa diharapkan untuk beroperasi lagi. Saya sama sekali tidak menyarankan kamu mencuci motherboard yang performanya masih normal.






source :
Rubrik Tutorial Hardware
Tabloid PC Plus Januari 2010
Halaman 26